AKSI NYATA MODUL 3.1_Proses Pengambilan Keputusan

AKSI NYATA MODUL 3.1_Proses Pengambilan Keputusan Oleh : ZULFAH, S.Pd_CGP Angkatan 11 Tujuan Pembelajaran Khusus : CGP dapat mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah CGP. Wawancara di lakukan di lingkup kerja saya yaitu SN NEGERI 6 MALAKA dengan Ibu NI WAYAN ADEG, S.Pd (Kepala Sekolah)
1. Persiapan Wawancara dengan Kepala Sekolah Tujuan: tujuan wawancara, yaitu memahami proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip yang digunakan, serta bagaimana kepala sekolah menguji keputusan terkait kedisiplinan guru. Menyusun Pertanyaan pemandu: Bagaimana kepala sekolah mengidentifikasi masalah kedisiplinan? Paradigma atau prinsip apa yang menjadi pedoman dalam memutuskan langkah-langkah yang diambil? Bagaimana proses pengambilan keputusan dijalankan untuk memastikan adil dan objektif? Bagaimana pengujian keputusan dilakukan untuk melihat dampaknya? Melakukan Wawancara dengan kepala sekolah Zulfah(CGP) : Apa permasalahan yang viral yang mengandung dilema etika yang ibu kepala temukan sekarang inI? Kepala Sekolah : Masalah kedisiplinan guru yang berpengaruh langsung bagi peserta didik Zulfah(CGP) : “Bagaimana pandangan Ibu mengenai pentingnya kedisiplinan guru dalam menjalankan tugas sehari-hari di sekolah?” Kepala Sekolah : Guru yang sering telat datang atau absen berdampak pada kualitas pembelajaran siswa, namun sanksi yang diberikan bisa dianggap sebagai tindakan tidak menghargai kondisi pribadi atau beban kerja guru yang mungkin menjadi penyebab absensi. Zulfah(CGP) : Bagaimana ibu kepala mengidentifikasi masalah kedisiplinan? Kepala Sekolah : masalah kedisiplinan diidentifikasi melalui laporan siswa, pengamatan langsung, atau pengaduan dari rekan kerja. Data terkait kehadiran, keterlambatan, atau aktivitas di kelas juga bisa menjadi indikator rendahnya kedisiplinan guru. Saya mengadakan evaluasi berkala untuk menilai kedisiplinan dan konsistensi guru dalam menjalankan tugas. Zulfah(CGP) : Paradigma atau prinsip apa yang menjadi pedoman ibu Kepala dalam memutuskan langkah-langkah yang diambil untuk menindak lanjuti permasalahan kedisiplinan guru? Kepala Sekolah : Analisis Situasi Saya melakukan penilaian terhadap seberapa serius masalah tersebut dan dampaknya pada lingkungan belajar, moral siswa, dan budaya kerja di sekolah. Saya berdiskusi dengan tim manajemen untuk mendapatkan wawasan tambahan dan mendalami faktor-faktor penyebab, seperti motivasi atau beban kerja. Saya merumuskan beberapa alternatif solusi, seperti pembinaan, pemberian peringatan tertulis, atau program peningkatan disiplin. Setiap alternatif dianalisis berdasarkan kelebihan dan kekurangannya. PARADIGMA : Saya menggunakan paradigma restorative justice atau keadilan restoratif, yang menekankan pemulihan dan perbaikan perilaku tanpa menghakimi. Pendekatan educative atau pendidikan juga bisa diterapkan, dengan tujuan memperbaiki perilaku melalui pendidikan dan bimbingan daripada hukuman. Sebagai kepala sekolah, saya berpegang pada consequentialism, di mana keputusan diambil berdasarkan dampak pada seluruh lingkungan sekolah. Prinsip : Keadilan: Memastikan bahwa tindakan yang diambil adil bagi seluruh guru, termasuk mempertimbangkan faktor individual yang mungkin mempengaruhi kedisiplinan mereka. Akuntabilitas: Menekankan pada tanggung jawab individu dan pentingnya transparansi proses agar semua pihak merasa dihargai. Keseimbangan antara hak dan kewajiban: Kepala sekolah menjaga keseimbangan antara hak guru dan kewajiban profesional mereka terhadap sekolah dan siswa. Zulfah(CGP) : Bagaimana proses pengambilan keputusan dijalankan untuk memastikan adil dan objektif? Kepala Sekolah : Keputusan yang saya akan ambil menekankan pada pendekatan yang kolaboratif, dengan mengadakan diskusi terbuka bersama guru yang bersangkutan untuk memahami situasi dari sudut pandangnya. Melibatkan dewan guru atau komite sekolah untuk meninjau kasus ini dapat membantu menilai keputusan dengan objektivitas yang lebih tinggi. Saya juga menggunakan prosedur yang sudah ditetapkan dalam peraturan sekolah untuk menjaga kesetaraan. Saya berupaya menyampaikan keputusan secara profesional, terbuka, dan bijaksana untuk menghindari perasaan dipermalukan atau tersinggung bagi pihak yang terlibat. Zulfah (CGP) : Bagaimana pengujian keputusan dilakukan untuk melihat dampaknya? Kepala Sekolah : Saya mengevaluasi keputusan yang diambil akan dilakukan secara berkala, baik melalui observasi langsung maupun melalui masukan dari siswa dan rekan kerja lainnya. Menetapkan indikator yang jelas, seperti peningkatan kehadiran atau perubahan sikap dalam menjalankan tugas, bisa menjadi cara untuk mengukur keberhasilan keputusan. Saya juga menggunakan feedback dari guru tersebut untuk memahami perubahan dalam motivasi atau persepsi terhadap kedisiplinan. Evaluasi dan Penyesuaian Keputusan : Berdasarkan hasil pengamatan, saya menyesuaikan pendekatan bila diperlukan. Jika dampak positif dirasakan, pendekatan ini bisa diadopsi secara lebih luas. Merencanakan Implementasi Keputusan Saya menyusun langkah-langkah spesifik untuk menerapkan keputusan, seperti menyampaikan kebijakan disiplin yang telah ditinjau, menetapkan waktu konseling, atau mendiskusikan sanksi secara pribadi dengan guru yang sering absen. Melaksanakan Keputusan : Implementasi keputusan dilakukan dengan mulai memberikan arahan kepada guru tentang kebijakan kehadiran dan konsekuensinya. Saya melakukan pendekatan secara personal terlebih dahulu, menyampaikan dampak ketidakhadiran kepada guru dan rencana tindakan selanjutnya. Melakukan Pemantauan dan Evaluasi : Setelah keputusan dilaksanakan, kepala sekolah memantau perkembangan tingkat kehadiran guru untuk melihat apakah keputusan tersebut berdampak positif. Pemantauan bisa dilakukan melalui laporan kehadiran bulanan atau pengamatan langsung untuk memastikan perubahan perilaku. Menilai Efektivitas Keputusan : Saya mengevaluasi apakah tingkat kehadiran guru meningkat atau tetap sama. Jika tidak ada perubahan signifikan, mungkin diperlukan pendekatan baru atau penyesuaian strategi yang lebih efektif. Penilaian ini dilakukan dengan melihat data statistik kehadiran atau meminta umpan balik dari guru yang terlibat. Mengambil Tindakan Tindak Lanjut : Berdasarkan hasil evaluasi, saya menentukan langkah selanjutnya. Jika ada perbaikan, kepala sekolah bisa memberikan apresiasi atau penghargaan kecil untuk memotivasi kedisiplinan. Jika masalah kedisiplinan masih terjadi, kepala sekolah dapat mempertimbangkan langkah tambahan, seperti pelatihan lebih lanjut atau pengenaan sanksi yang lebih tegas sesuai prosedur sekolah. Kesimpulan Dari wawancara ini, saya (CGP) melihat bahwa pendekatan kepala sekolah dalam menangani masalah kedisiplinan guru tidak hanya berfokus pada hukuman, namun juga pada edukasi dan perbaikan. Prinsip keadilan dan tanggung jawab diutamakan, dengan proses pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai pihak untuk mencapai objektivitas. Kepala sekolah juga sudah melalui 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, sehingga terlihat keputusan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan. Refleksi Sebagai guru, wawasan ini menegaskan bahwa pendekatan yang inklusif dan edukatif dalam mengatasi masalah kedisiplinan tidak hanya memperbaiki individu tetapi juga memperkuat budaya sekolah yang positif. Pengalaman kepala sekolah ini mengajarkan bahwa dalam menangani dilema etika, keputusan harus bijak dan mempertimbangkan dampak jangka panjang pada semua pihak. Pengalaman ibu kepala sekolah saya ini akan saya implementasikan di kelas ataupun di komunitas sebagai pemimpin pembelajaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini